PPnBM Mobil Baru

Dampak Positif dari Penerapan PPnBM Mobil Baru untuk Semua Kalangan

Top Hamali – Pemberlakuan insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) disambut baik oleh konsumen yang hendak membeli mobil baru maupun mengambil promo terbaru mobil Mitsubishi. Dengan harga yang lebih terjangkau, maka harganya akan semakin terjangkau sehingga semakin banyak masyarakat yang bisa memilikinya.

Sayangnya, proses penerapan PPnBM tak terlepas dari suara-suara sumbang. Beberapa orang menganggap praktiknya hanya menguntungkan kalangan tertentu, termasuk orang kaya. Sementara mereka yang berjuang di tengah perekonomian yang belum stabil belum bisa mendapatkan mobil yang diperlukan.

PPnBM Mobil Baru

Bantahan dari Kementerian Keuangan

Mendengar kritikan tersebut, Staf Ahli Bidang Kepatuhan Pajak Kementerian Keuangan Yon Arsal langsung melontarkan bantahan. Kebijakan terkait PPnBM justru dijadikan sebagai fasilitator masyarakat dalam rangka menggerakkan perekonomian negara. Menurutnya, PPnBM secara tak langsung mendorong orang-orang yang mempunyai tabungan di bank untuk berbelanja, sehingga roda ekonomi tak tersendat atau berhenti di tengah jalan.

Selain itu, dengan menerapkan kebijakan diskon lewat intensif PPnBM, masyarakat yang mulanya menunda membeli mobil bisa menyegerakan niatnya. Uang-uang yang tadinya menumpuk di bank atau sumber pendanaan lain lantas berputar dan perlahan membantu sektor lain untuk bangkit.

Pemberian insentif sebenarnya tak hanya pemerintah berikan kepada sektor otomotif. Sektor-sektor lain yang dianggap berdampak besar terhadap pergerakan ekonomi memperoleh keringanan serupa. Dengan begitu, peningkatan baik dari segi produksi dan konsumsi bisa berlangsung secara signifikan serta membantu masyarakat luas.

Dampak positif PPnBM terhadap perekonomian

Tarif PPnBM yang kini mencapai 125% dianggap sebagai pukulan untuk penjualan kendaraan dengan mesin berkapasitas besar. Oleh karena itu, penerapannya diharapkan dapat memberikan manfaat luas terhadap perekonomian Indonesia. Terutama sekarang saat kasus Covid-19 melonjak drastis, sementara pemerintah terus gencar mencanangkan program vaksinasi secara merata.

Selain konsumen, penerapan PPnBM diharapkan mampu membantu pelaku usaha yang bergerak di bidang otomotif. Pasalnya kalau diaplikasikan dengan tepat, kebijakan diskon tersebut bisa mendorong masuknya demand atau permintaan. Alhasil, arus kas atau cash flow perusahaan dapat dimanfaatkan untuk mempertahankan kelangsungan operasional.

Berdasarkan catatan Kementerian Keuangan, insentif PPnBM terbukti dapat mendongkrak penjualan mobil ritel pada April 2021. Pada periode tersebut, penjualan mobil mampu mengungguli capaian rata-rata pada Januari-Februari 2021, yakni sampai 73 ribu unit per bulan.

Perlu diingat bahwa insentif PPnBM bisa mengalami perubahan aturan mengikuti penjualan mobil di pasaran hingga kondisi terkini Covid-19. Selain itu, masyarakat harus mencermati persentase insentif yang diberlakukan, sebab jumlahnya berubah sesuai periode yang ditentukan pemerintah.

Kemudian, siapkan juga dana yang akan dikeluarkan dan metode pembayaran yang dipilih, sebab faktor-faktor ini mempengaruhi kelancaran pembelian mobil, terutama yang dilakukan dengan sistem kredit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *