jual beli mobil bekas

PPKM Masih Berlangsung, Mobil Mewah Bekas Justru Dilirik Konsumen

Top Hamali – Pemberlakuan PPKM Level 4 yang sebelumnya bernama PPKM Darurat tak dinyana membuat pelaku bisnis di sejumlah sektor resah, tak terkecuali para pengusaha jual beli mobil bekas. Meski selama beberapa bulan penjualan mobil bekas di masa pandemi mengalami peningkatan, pengetatan aturan tersebut tetap berpotensi untuk menahan pembelian kendaraan. Fluktuasi kegiatan jual beli kendaraan sejak pemberlakuan PPKM pun memicu sejumlah kabar. Salah satunya adalah orang-orang kaya yang menjual mobil mewah demi memenuhi kebutuhan. Lantas, bagaimana kenyataannya di lapangan?

jual beli mobil bekasKetertarikan terhadap mobil mewah bekas

Sejumlah dealer mobil bekas premium membagikan kondisi nyata yang mereka alami. Erwin, pemilik sebuah dealer yang berlokasi di Jakarta Selatan, mengatakan bahwa kecenderungan orang-orang menjual mobil mewah justru lebih sedikit selama PPKM berlangsung. Hal ini berbeda dari masa awal pandemi, sebab masyarakat pada saat itu masih dilanda panik dan program vaksinasi belum dilaksanakan.

Deska Aprilia dari dealer mobil bekas lainnya menambahkan jumlah orang dari kalangan menengah ke atas yang menjual mobil mewah tak sebanyak beberapa bulan sebelumnya. Selain itu, ketertarikan pelanggan yang beli kendaraan mewah juga berubah. Saat ini, kebanyakan dari mereka ingin memilikinya dengan alasan hobi.

Sementara itu, metode pembayaran yang dipilih konsumen masih didominasi kredit. Menurut Erwin, kredit untuk pembelian mobil bekas premium masih relatif banyak disebabkan pertimbangan pengaturan cash flow calon pembeli di masa krisis seperti sekarang.

Pemberlakuan PPnBM-DP yang akan berakhir

Penjualan mobil bekas, terutama untuk kategori mewah, bisa terus meningkat saat pemberlakuan PPnBM-DP (Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah) untuk mobil berkapasitas 1.500 cc berakhir pada Agustus 2021.

Sebelumnya, pemerintah memperpanjang PPnBM 0% yang mulanya berakhir pada Mei 2021 menjadi Agustus 2021. Langkah tersebut dilakukan untuk merangsang kembali pasar otomotif di Indonesia, terutama di tengah peningkatan kasus kematian dan infeksi. Namun, PPKM yang masih berlangsung bisa saja menarik masyarakat untuk beralih lagi ke mobil bekas yang harganya lebih bersahabat.

Mulanya, pemerintah membuat kebijakan relaksasi PPnBM yang dilaksanakan melalui tiga tahap. Tahap satu berlangsung dari Maret hingga Mei 2021 dengan insentif 100%, tahap dua dari Juni hingga Agustus 2021 dengan insentif 50%, dan tahap tiga dari September hingga Desember 2021 dengan insentif 25%.

Sejauh ini, skema pemberian relaksasi PPnBM-DP untuk kendaraan berkapasitas 1.500 cc ke bawah adalah 100% atau dibebaskan sampai Agustus 2021. Kemudian kalau tak ada halangan, tahap kedua akan dijalankan pada September 2021.

Bagi Anda yang tak mau repot menunggu, langsung membeli mobil bekas jelas lebih efektif. Cari dealer terpercaya, baik secara online maupun offline, lalu periksa kondisi mobil serta metode pembayaran yang mereka tawarkan untuk pembeliannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *