rukun wudhu

Rukun Wajib dan Sunnah Wudhu

Top Hamali – Wudhu bisa dikatakan sebagai pintu masuk dalam beribadah. Hampir di setiap pelaksanaan ibadah dianjurkan untuk berwudhu terlebih dahulu, walaupun hukumnya berbeda. Wudhu hukumnya wajib jika hendak melaksanakan ibadah sholat, tawaf, I’tikaf dan membaca Al-Qur’an. Sementara wudhu hukumnya sunnah apabila hendak berkumpul dengan istri, hendak tidur dan dalam beberapa kesempatan.

Dari penjelasan di atas, maka secara syar’i wudhu menempati posisi terpenting dalam beribadah. Sah tidaknya sebuah ibadah tergantung dari wudhunya. Dan sah tidaknya sebuah wudhu sangat tergantung pemahaman seseorang akan substansi wudhu itu, dimulai dari fardhunya wudhu, sunnahnya wudhu dan hal-hal yang membatalkan wudhu.

Berikut dalil yang terdapat dalam Al-Qur’an yang mendasari perintah berwudhu ;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

Artinya :

“Wahai orang-orang yang beriman, bila kalian hendak sholat, basuhlah wajah kalian, tangan kalian hingga siku, usaplah kepala kalian dan ( basuhlah ) kaki kalian hingga mata kaki.”(Surat Al-Maidah:6)

rukun wudhu

Rukun Wudhu

Rukun wudhu terdiri atas rukun wajib wudhu dan rukun sunnah wudhu, berikut ulasannya :

Rukun wajib/fardhu wudhu

1. Niat dengan membasuh muka

Sebuah pelaksanaan ibadah harus disertai dengan niat. Niat merupakan fardhu pertama bagi semua bentuk ibadah, sholat, puasa, zakat, haji dan berbagai ibadah lainnya. Dilansir dari nu.online, hal ini sesuai dengan hadits Nabi di bawah ini :

إنما الأعمال بالنيات

Artinya :

“Bahwasanya semua ibadah harus disertai dengan niat”

Al-Mawardi mendefinisikan niat dengan qasdu syai’in muqtarinan bifi’lihi. Yaitu mensengaja sesuatu berbarengan dengan pelaksanaannya. Karenanya berniat dalam berwudhu harus dibarengkan dengan pelaksanaannya yaitu ketika membasuh muka. Hal ini disebabkan karena membasuh muka adalah hal pertama yang dilakukan dalam berwudhu. Seperti halnya niat sholat yang harus berbarengan dengan pengucapan takbiratul ihram (Allahu Akbar).

2. Membasuh muka

Membasuh muka artinya membasuh semua muka. Batasan muka terbentang antara dua telinga dan memanjang antara tempat tumbuhnya rambut kepala hingga bawah dagu tempat tumbuhnya rambut jenggot. Termasuk untuk yang berkepala botak atau yang memiliki rambut tipis, maka harus dibasuh juga karena termasuk dalam kategori muka.

3. Membasuh kedua tangan sampai kedua siku

Artinya membasuh dengan meratakan air ke segenap kulit tangan mulai dari ujung kuku, sela-sela jari hingga kedua siku, termasuk juga rambut yang tumbuh di atas kulit. Begitu juga berbagai kotoran yang menempel di atas kulit, seperti cat atau tinta, semua harus dihilangkan terlebih dahulu. Karena menghalangi kulit dari air wudhu.

4. Mengusap sebagian kepala

Artinya jika Anda mau mengusap seluruh bagian kepala tidak apa apa, ataupun membasuhnya juga boleh bahkan sekedar menempelkan telapak tangan yang telah dibasahi dengan air ke atas kepala tanpa menggerakkan tangan juga tidak apa-apa.

5. Membasuh kedua kaki sampai kedua mata kaki

Hal ini termasuk juga sela-sela jari kaki dan juga berbagai hal yang ada di atas kulit kaki seperti rambut yang tumbuh pada kulit kaki.

6. Tartib

Artinya melaksanakan semua fardhu wudhu di atas secara berurutan. Jika tidak dilakukan dengan berurutan, maka wudhunya dianggap tidak sah, apalagi sampai melupakan satu dari kelimanya.

Disamping itu, terdapat banyak perbuatan yang dianggap sebagai kesunnahan dalam berwudhu, diantaranya membaca basmallah, bersiwak atau gosok gigi,  mencuci telapak tangan, berkumur, menghirup air ke dalam hidung dan mengeluarkannya lagi, mengusap telinga dan mengulangi tiga kali dan lainnya. Wallahu’alam.

Leave a Reply

Your email address will not be published.